Article posted at:
September 5, 2019

Ibu Kota Pindah ke Kalimantan, Ini Plus Minusnya!


Pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Pulau Kalimantan merupakan salah satu rencana pemerintah sejak beberapa waktu lalu. Sebenarnya, ibu kota pindah bukanlah hal pertama di Indonesia. Pada tahun 1946, ibu kota Indonesia pernah pindah ke Yogyakarta karena faktor keamanan dan Agresi Militer Belanda II. Wacana pemindahan ibu kota...

Pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Pulau Kalimantan merupakan salah satu rencana pemerintah sejak beberapa waktu lalu. Sebenarnya, ibu kota pindah bukanlah hal pertama di Indonesia. Pada tahun 1946, ibu kota Indonesia pernah pindah ke Yogyakarta karena faktor keamanan dan Agresi Militer Belanda II. Wacana pemindahan ibu kota dari Jakarta ke pulau Kalimantan memiliki plus minusnya, apa sajakah?

 

Kelebihan Kalimantan sebagai kandidat ibu kota negara

Isu mengenai ibu kota pindah ke pulau Kalimantan, nampaknya bukanlah isapan jempol belaka. Mengingat saat ini pemerintah tengah menyiapkan segala sesuatunya dan masuk dalam program prioritas. Memilih pulau Kalimantan bukanlah tanpa alasan bagi pemerintah, hal ini dilakukan setelah meminta pendapat dari berbagai kalangan dan para stakeholder terkait. Setidaknya, ada beberapa keuntungan dan kelebihan apabila pemerintah memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke pulau Kalimantan.

  • Mudah untuk memulai hal baru

Kelebihan yang pertama jika ibu kota pindah ke pulau Kalimantan, hal ini akan lebih mudah untuk memulai hal baru bagi pemerintah. Termasuk merestrukturisasi segala keperluan yang menyangkut administrasi sebuah ibu kota baru. Mengingat, apabila diibaratkan sebagai kertas kosong pulau Kalimantan ini mudah untuk diatur.

Bahkan di sini pemerintah bisa memulainya mulai dari nol, sehingga ke depannya diharapkan dengan adanya perencanaan yang optimal, ibu kota di pulau Kalimantan dapat berjalan lebih baik dari sebelumnya. Misalnya saja, dalam permasalahan mengatasi kemacetan hingga administrasi lainnya.

  • Desentralisasi geopolitik nasional

Kedua, selama ini permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah sangatlah komplek. Salah satunya adalah isu mengenai sentralisasi dalam hal geopolitik, ekonomi, dan pembangunan nasional. Hal seperti ini memang tidak ada salahnya terlontar dari masyarakat. Sebab, hampir semua pusat pembangunan nasional baik itu politik, ekonomi, dan perencanaannya semua dilakukan di pulau Jawa. Maka, banyak masyarakat yang menyebut jika pemerintah sejak dahulu cenderung Jawa Sentris.

Dengan ibu kota pindah ke pulau Kalimantan, diharapkan pembangunan nasional dan aspek geopolitik lebih merata dan tidak hanya melulu terpusat di pulau Jawa saja. Dampaknya, selain pembangunan merata juga mengurangi tingkat gesekan dan kecemburuan dalam hal pembangunan nasional karena bisa berdampak pada trickle down economy bagi masyarakat jika dilakukan dengan benar.

  • Penguasaan lahan lebih terkontrol

Kemudian, untuk kelebihan yang ketiga dipilihnya Pulau Kalimantan sebagai ibu kota yang baru adalah pemerintah akan lebih mudah dalam melakukan pengendalian dan pengawasan lahan. Mengingat di Pulau Kalimantan masih banyak lahan yang belum jatuh ke pihak swasta. Sebab, jika lahan tersebut jatuh ke pihak swasta akan sulit dalam melakukan kontrol pemerintahan. Jadi, ketika lahan-lahan ini dikuasai oleh pemerintah akan membuat ibu kota menjadi semakin mudah dikendalikan dan akan lebih kuat.

Kekurangan Kalimantan sebagai kandidat ibu kota negara

Meski isu ibu kota pindah ke pulau Kalimantan semakin santer di dengar, di sisi lain pemindahan ini juga memiliki kekurangan. Baik dari segi infrastruktur maupun sumber daya manusianya. Terlebih kesiapan masyarakat setempat dalam menyambut perpindahan ibu kota ini. Jika diuraikan, setidaknya ada tiga poin utama kekurangan ibu kota pindah ke pulau Kalimantan.

  • Biaya yang diperlukan tidak sedikit

Kekurangan yang pertama adalah dari segi biaya yang dikeluarkan. Alokasi dana untuk pemindahan ibu kota ini menurut pemerintah ditaksir mencapai Rp83.8 triliun. Dana ini nantinya bersumber dari APBN, BUMN dan perusahaan swasta. Akan tetapi, setelah di kalkulasi kembali oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono menyebutkan jika dana yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp400 triliun.

Jelas, jumlah tersebut bukanlah nominal yang sedikit dan diperlukan adanya kekuatan finansial yang mumpuni dalam menyangga perpindahan ibu kota tersebut. Sebab, jika tidak akan muncul masalah lainnya dalam perekonomian nasional.

  • Masalah Sumber Daya Manusia (SDM)

Selain masalah mengenai biaya, dalam pemindahan ibu kota juga dibutuhkan adanya sumber daya manusia (SDM) yang memadai. Jika dilihat sejauh ini pengadaan mengenai SDM di kota-kota di Pulau Kalimantan kurang siap jika dibandingkan dengan wilayah Jabodetabek.

Pada akhirnya, bisa saja pemerintah akan menyelenggarakan transmigrasi para pegawai administrasi ke Pulau Kalimantan untuk mengatasi masalah SDM tersebut. Namun, menyiapkan SDM ini juga memerlukan waktu yang cukup panjang.

  • Permasalahan Mengenai Lahan

Ketiga, saat ibu kota pindah ke Pulau Kalimantan masalah yang akan dihadapi dan ini cukup serius adalah mengenai lahan yang ada. Kebanyakan wilayah di Pulau Kalimantan masih berupa lahan alami seperti hutan, dan ini akan sangat riskan jika wilayah yang dipilih dekat dengan hitan lindung misalnya.

Selain itu, pemerintah juga harus memperhitungkan apakah lahan tersebut padat ataukah lahan gambut. Hal ini nantinya akan saling berkaitan dengan permasalahan mengenai penanggulangan bencananya.

Itulah beberapa kelebihan dan kekurangan jika ibu kota pindah ke Pulau Kalimantan. Semoga ulasan di atas dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda.