Article posted at:
September 5, 2019

Tambahan Modal Usaha UMKM, Begini Cara Mengajukannya!


Geliat usaha UMKM di tanah air sejak beberapa tahun terakhir ini terus berkembang dan tumbuh secara positif. Usaha kecil bisa disebut UMKM bila jumlah kekayaan yang dimiliki kurang dari Rp200 juta. Namun, yang menjadi masalah bagi pelaku usaha kecil hingga kini adalah keterbatasan modal dan para sebagian dari mereka...

Geliat usaha UMKM di tanah air sejak beberapa tahun terakhir ini terus berkembang dan tumbuh secara positif. Usaha kecil bisa disebut UMKM bila jumlah kekayaan yang dimiliki kurang dari Rp200 juta. Namun, yang menjadi masalah bagi pelaku usaha kecil hingga kini adalah keterbatasan modal dan para sebagian dari mereka tidak mengetahui cara mengajukan tambahan modal usaha UMKM. Berikut ada beberapa cara pengajuan modal yang bisa kamu lakukan melalui program Kementerian UKM.

Buatlah proposal usaha dengan baik

Bagi seorang pelaku bisnis, mengenalkan usaha yang dirintis ke khalayak luas memang sangat penting. Terlebih lagi jika usaha tersebut baru dirintis dan membutuhkan tambahan modal usaha UMKM. Langkah ini bisa kamu siasati dengan membuat proposal usaha sebaik mungkin. Tujuannya agar memudahkan para investor maupun pihak dinas Kementerian UKM dalam memeriksa proposal tersebut dan mencairkan modal pinjaman.

Dalam membuat proposal usaha ini, sebaiknya gunakan bahasa yang singkat, padat, dan jelas. Kamu juga bisa menambahkan ilustrasi seperti foto maupun infografis pendukung. Sertakan pula sertifikat pendukung seperti izin usaha dan izin pendirian bangunan.

Ajukanlah ke Dinas Kementerian UKM

Saat proposal usaha telah dibuat, lakukanlah pengecekan sekali lagi atau proofreading untuk memeriksa kekurangan dan kesalahan. Jika telah selesai melakukan pemeriksaan tersebut, segera ajukan ke dinas Kementerian UKM setempat. Cara seperti ini dikenal dengan istilah jemput bola, dengan mengajukan permohonan dana hibah untuk usaha bila ada. Kamu pun jangan segan-segan untuk bertanya ke petugas yang ada di Kementerian UKM tersebut mengenai jenis bantuan yang ada. Sebab, bantuan untuk modal UMKM ini beragam, tergantung jenis usaha yang dijalankan.

Atau mengunjungi laman Kementerian UKM

Selain mendatangi dinas Kementerian UKM langsung, cara kedua yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengunjungi situs resmi Kementerian UKM. Keuntungannya bila dibandingkan cara pertama  adalah cenderung lebih efektif dan efisien. Sebab, kamu bisa melakukannya di mana saja dan kapan saja.

Sebaiknya kamu harus sering-sering mengunjungi website resmi Kementerian UKM ini. Terkadang lewat situs ini pemerintah mengumumkan adanya dana hibah yang bisa dimanfaatkan oleh para pelaku usaha kecil dalam mendapatkan tambahan modal usaha UMKM tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Kamu cukup mendaftarkan saja secara online dan isilah semua data yang ada. Selain itu, kamu juga bisa upload file proposal bisnismu agar terdaftar sebagai calon penerima bantuan modal dengan mengikuti seleksi terlebih dahulu.

Aktif ikut serta dalam pameran

Ada banyak manfaat yang bisa kamu dapatkan ketika mengikuti ataupun mengunjungi pameran usaha kecil. Selain berkesempatan memperoleh tambahan modal usaha UMKM, kamu pun bisa menambah relasi untuk mengembangkan bisnis. Biasanya acara semacam ini juga dihadiri oleh pihak pemerintah dan diwakili oleh dinas Kementerian UKM.

Jangan segan-segan untuk menawarkan produk usaha kecil kamu ke pemerintah atau pejabat yang mendatangi pameran ini. Dengan begitu, pihak dinas menjadi tahu jika kamu adalah pengusaha UMKM yang patut diperhitungkan.

Cari informasi di bank rekanan

Peran pemerintah dalam memberikan tambahan modal usaha UMKM tidak hanya lewat cara di atas. Pemerintah juga menunjuk bank-bank rekanan dalam menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bisa digunakan oleh masyarakat Indonesia, khususnya yang memiliki usaha kecil menengah. KUR adalah layanan kredit yang memiliki suku bunga rendah.

Jika kamu berminat untuk mengajukan KUR, maka bukan hanya proposal yang harus diperhatikan, tapi juga laporan keuangan dari usaha yang dijalani. Itulah kenapa kamu perlu membuat laporan keuangan yang baik dan benar. Semakin baik dan rapi penyusunan laporan keuangan, tentu akan menjadi pertimbangan tersendiri bagi pihak bank untuk mencairkan permohonan kredit usaha yang diajukan.

 

Jadi, cara mana yang akan kamu pilih untuk mendapatkan tambahan modal usaha UMKM tersebut? Ingat, cara manapun yang dipilih, hal yang paling penting adalah awalilah dengan niat, kerja keras, dan konsisten dalam menjalani usaha tersebut. Semoga berhasil!